TRANSLATE

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Minggu, 05 Desember 2010

kisah Nabi Idris as


Tidak banyak keterangan yang didpti tentang kisah Nabi Idris di dalam Al-Quran mahupun dalam kitab-kitab Tafsir dan kitab-kitab sejarah nabi-nabi.Di dalam Al-Quran hanya terdpt dua ayat tentang Nabi Idris iaitu dalam surah Maryam ayat 56 dan 57:
"Dan ceritakanlah { hai Muhammad kepada mereka , kisah } Idris yang terdpt tersebut di dalam Al-Quran. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sgt membenarkan dan seorang nabi. 57 - Dan Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi." { Maryam : 56 - 57 }

Nabi Idris adalah keturunan keenam dari Nabi Adam putera dari Yarid bin Mihla'iel bin Qinan bin Anusy bin Syith bin Adam A.S. dan adalah keturunan pertama yang dikurniai kenabian menjadi Nabi setelah Adam dan Syith.
Nabi Idris menurut sementara riwayat bermukim di Mesir di mana ia berdakwah untuk agama Allah mengajarkan tauhid dan beribadat menyembah Allah serta membeeri beberapa pendoman hidup bagi pengikut-pengikutnya agar menyelamat diri darii seksaan di akhirat dan kehancuran serta kebinasaan di dunia. Ia hidup sampai usia 82 tahun.

Diantara beberapa nasihat dan kata-kata mutiaranya ialah : ~
1 . Kesabaran yang disertai iman kepada Allah membawa kemenangan.
2 . Orang yang bahagia ialah orang yang berwaspada dan mengharapkan syafaat dari Tuhannya dengan amal-amal solehnya.
3 . Bila kamu memohon sesuatu kepada Allah dan berdoa maka ikhlaskanlah niatmu demikian pula puasa dan solatmu.
4 . Janganlah bersumpah dalam keadaan kamu berdusta dan janganlah menuntup sumpah dari orang yang berdusta agar kamu tidak menyekutui mereka dalam dosa.

5 . Taatlah kepada raja-rajamu dan tunduklah kepada pembesar-pembesarmu serta penuhilah selalu mulut-mulutmu dengan ucapan syukur dan puji kepada Allah.
6 . Janganlah iri hati kepada orang-orang yang baik nasibnya, karena mereka tidak akan banyak dan lama menikmati kebaikan nasibnya.
7 . Barang siapa melampaui kesederhanaan tidak sesuatu pun akan memuaskannya.
8 . Tanpa membagi-bagikan nikmat yang diperolehnya seorang tidak dpt bersyukur kepada Allah atas nikmat-nikmat yang diperolehinya itu.

Dalam hubungan dengan firman Allah bahawa Nabi Idris diangkat kemartabat tinggi Ibnu Abi Hatim dalam tafsirnya meriwayatkan bahawa Nabi Idris wafat tatkala berada di langit keempat dibawa oleh seorang Malaikat Wallahu a'alam bissawab.

kisah Nabi Adam as


       Setelah Allah s.w.t.menciptakan bumi dengan gunung-gunungnya, laut-lautannya dan tumbuh - tumbuhannya, menciptakan langit dengan mataharinya,bulan dan bintang-bintangnya yang bergemerlapan menciptakan malaikat-malaikatnya ialah sejenis makhluk halus yangdiciptakan untuk beribadah menjadi perantara antara Zat Yang Maha Kuasa dengan hamba-hamba terutama para rasul dan nabinya maka tibalah kehendak Allah s.w.t. untuk menciptakan sejenis makhluk lain yang akan menghuni dan mengisi bumi memeliharanya menikmati tumbuh-tumbuhannya,mengelola kekayaan yang terpendam di dalamnya dan berkembang biak turun-temurun waris-mewarisi sepanjang masa yang telah ditakdirkan baginya.

Kekhawatiran Para Malaikat.

Para malaikat ketika diberitahukan oleh Allah s.w.t. akan kehendak-Nya menciptakan makhluk lain itu, mereka khuatir kalau-kalau kehendak Allah menciptakan makhluk yang lain itu,disebabkan kecuaian atau kelalaian mereka dalam ibadah dan menjalankan tugas atau karena pelanggaran yang mereka lakukan tanpa disadari. Berkata mereka kepada Allah s.w.t.:"Wahai Tuhan kami!Buat apa Tuhan menciptakan makhluk lain selain kami,padahal kami selalu bertasbih,bertahmid,melakukan ibadah dan mengagungkan nama-Mu tanpa henti-hentinya,sedang makhluk yang Tuhan akan ciptakan dan turunkan ke bumi itu,nescaya akan bertengkar satu dengan lain,akan saling bunuh-membunuh berebutan menguasai kekayaan alam yang terlihat diatasnya dan terpendam di dalamnya,sehingga akan terjadilah kerusakan dan kehancuran di atas bumi yang Tuhan ciptakan itu."

Allah berfirman,menghilangkan kekhuatiran para malaikat itu:
"Aku mengetahui apa yang kamu tidak ketahui dan Aku sendirilah yang mengetahui hikmat penguasaan Bani Adam atas bumi-Ku.Bila Aku telah menciptakannya dan meniupkan roh kepada nya,bersujudlah kamu di hadapan makhluk baru itu sebagai penghormatan dan bukan sebagai sujud ibadah,karena Allah s.w.t. melarang hamba-Nya beribadah kepada sesama makhluk-Nya."
Kemudian diciptakanlah Adam oleh Allah s.w.t.dari segumpal tanah liat,kering dan lumpur hitam yang berbentuk.Setelah disempurnakan bentuknya ditiupkanlah roh ciptaan Tuhan ke dalamnya dan berdirilah ia tegak menjadi manusia yang sempurna

.
Iblis Membangkang.

Iblis membangkang dan enggan mematuhi perintah Allah seperti para malaikat yang lain,yang segera bersujud di hadapan Adam sebagai penghormatan bagi makhluk Allah yang akan diberi amanat menguasai bumi dengan segala apa yang hidup dan tumbuh di atasnya serta yang terpendam di dalamnya.Iblis merasa dirinya lebih mulia,lebih utama dan lebih agung dari Adam,karena ia diciptakan dari unsur api,sedang Adam dari tanah dan lumpur.Kebanggaannya dengan asal usulnya menjadikan ia sombong dan merasa rendah untuk bersujud menghormati Adam seperti para malaikat yang lain,walaupun diperintah oleh Allah.

Tuhan bertanya kepada Iblis:"Apakah yang mencegahmu sujud menghormati sesuatu yang telah Aku ciptakan dengan tangan-Ku?"
Iblis menjawab:"Aku adalah lebih mulia dan lebih unggul dari dia.Engkau ciptakan aku dari api dan menciptakannya dari lumpur."
Karena kesombongan,kecongkakan dan pembangkangannya melakukan sujud yang diperintahkan,maka Allah menghukum Iblis dengan mengusir dari syurga dan mengeluarkannya dari barisan malaikat dengan disertai kutukan dan laknat yang akan melekat pd.dirinya hingga hari kiamat.Di samping itu ia dinyatakan sebagai penghuni neraka.

Iblis dengan sombongnya menerima dengan baik hukuman Tuhan itu dan ia hanya mohon agar kepadanya diberi kesempatan untuk hidup kekal hingga hari kebangkitan kembali di hari kiamat.Allah meluluskan permohonannya dan ditangguhkanlah ia sampai hari kebangkitan,tidak berterima kasih dan bersyukur atas pemberian jaminan itu,bahkan sebaliknya ia mengancam akan menyesatkan Adam,sebagai sebab terusirnya dia dari syurga dan dikeluarkannya dari barisan malaikat,dan akan mendatangi anak-anak keturunannya dari segala sudut untuk memujuk mereka meninggalkan jalan yang lurus dan bersamanya menempuh jalan yang sesat,mengajak mereka melakukan maksiat dan hal-hal yang terlarang,menggoda mereka supaya melalaikan perintah-perintah agama dan mempengaruhi mereka agar tidak bersyukur dan beramal soleh.

Kemudian Allah berfirman kepada Iblis yang terkutuk itu:
"Pergilah engkau bersama pengikut-pengikutmu yang semuanya akan menjadi isi neraka Jahanam dan bahan bakar neraka.Engkau tidak akan berdaya menyesatkan hamba-hamba-Ku yang telah beriman kepada Ku dengan sepenuh hatinya dan memiliki aqidah yang mantap yang tidak akan tergoyah oleh rayuanmu walaupun engkau menggunakan segala kepandaianmu menghasut dan memfitnah."


Pengetahuan Adam Tentang Nama-Nama Benda.

Allah hendak menghilangkan anggapan rendah para malaikat terhadap Adam dan menyakinkan mereka akan kebenaran hikmat-Nya menunjuk Adam sebagai penguasa bumi,maka diajarkanlah kepada Adam nama-nama benda yang berada di alam semesta,kemudian diperagakanlah benda-benda itu di depan para malaikat seraya:"Cubalah sebutkan bagi-Ku nama benda-benda itu,jika kamu benar merasa lebih mengetahui dan lebih mengerti dari Adam."
Para malaikat tidak berdaya memenuhi tentangan Allah untuk menyebut nama-nama benda yang berada di depan mereka.Mereka mengakui ketidak-sanggupan mereka dengan berkata:"Maha Agung Engkau! Sesungguhnya kami tidak memiliki pengetahuan tentang sesuatu kecuali apa yang Tuhan ajakan kepada kami.Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana."

Adam lalu diperintahkan oleh Allah untuk memberitahukan nama-nama itu kepada para malaikat dan setelah diberitahukan oleh Adam,berfirmanlah Allah kepada mereka:"Bukankah Aku telah katakan padamu bahawa Aku mengetahui rahsia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan."

Adam Menghuni Syurga.

Adam diberi tempat oleh Allah di syurga dan baginya diciptakanlah Hawa untuk mendampinginya dan menjadi teman hidupnya,menghilangkan rasa kesepiannya dan melengkapi keperluan fitrahnya untuk mengembangkan keturunan. Menurut cerita para ulamat Hawa diciptakan oleh Allah dari salah satu tulang rusuk Adam yang disebelah kiri diwaktu ia masih tidur sehingga ketika ia terjaga,ia melihat Hawa sudah berada di sampingnya.ia ditanya oleh malaikat:"Wahai Adam! Apa dan siapakah makhluk yang berada di sampingmu itu?"

Berkatalah Adam:"Seorang perempuan."Sesuai dengan fitrah yang telah diilhamkan oleh Allah kepadanya."Siapa namanya?"tanya malaikat lagi."Hawa",jawab Adam."Untuk apa Tuhan menciptakan makhluk ini?",tanya malaikat lagi.
Adam menjawab:"Untuk mendampingiku,memberi kebahagian bagiku dan mengisi keperluan hidupku sesuai dengan kehendak Allah."

Allah berpesan kepada Adam:"Tinggallah engkau bersama isterimu di syurga,rasakanlah kenikmatan yang berlimpah-limpah didalamnya,rasailah dan makanlah buah-buahan yang lazat yang terdapat di dalamnya sepuas hatimu dan sekehendak nasfumu.Kamu tidak akan mengalami atau merasa lapar,dahaga ataupun letih selama kamu berada di dalamnya.Akan tetapi Aku ingatkan janganlah makan buah dari pohon ini yang akan menyebabkan kamu celaka dan termasuk orang-orang yang zalim.Ketahuilah bahawa Iblis itu adalah musuhmu dan musuh isterimu,ia akan berusaha membujuk kamu dan menyeret kamu keluar dari syurga sehingga hilanglah kebahagiaan yang kamu sedang nikmat ini."

Iblis Mulai Beraksi.

Sesuai dengan ancaman yang diucapkan ketika diusir oleh allah dari Syurga akibat pembangkangannya dan terdorong pula oleh rasa iri hati dan dengki terhadap Adam yang menjadi sebab sampai ia terkutuk dan terlaknat selama-lamanya tersingkir dari singgahsana kebesarannya.Iblis mulai menunjukkan rancangan penyesatannya kepada Adam dan Hawa yang sedang hidup berdua di syurga yang tenteram, damai dan bahagia.

Ia menyatakan kepada mereka bahawa ia adalah kawan mereka dan ingin memberi nasihat dan petunjuk untuk kebaikan dan mengekalkan kebahagiaan mereka.Segala cara dan kata-kata halus digunakan oleh Iblis untuk mendapatkan kepercayaan Adam dan Hawa bahawa ia betul-betul jujur dalam nasihat dan petunjuknya kepada mereka.Ia membisikan kepada mereka bahwa.larangan Tuhan kepada mereka memakan buah-buah yang ditunjuk itu adalah karena dengan memakan buah itu mereka akan menjelma menjadi malaikat dan akan hidup kekal.Diulang-ulangilah bujukannya dengan menunjukkan akan harumnya bau pohon yang dilarang indah bentuk buahnya dan lazat rasanya.Sehingga pada akhirnya termakanlah bujukan yang halus itu oleh Adam dan Hawa dan dilanggarlah larangan Tuhan.

Allah mencela perbuatan mereka itu dan berfirman yang bermaksud: "Tidakkah Aku mencegah kamu mendekati pohon itu dan memakan dari buahnya dan tidakkah Aku telah ingatkan kamu bahawa syaitan itu adalah musuhmu yang nyata."
Adam dan Hawa mendengar firman Allah itu sedarlah ia bahawa mereka telah terlanggar perintah Allah dan bahawa mereka telah melakukan suatu kesalahan dan dosa besar.Seraya menyesal berkatalah mereka:"Wahai Tuhan kami! Kami telah menganiaya diri kami sendiri dan telah melanggar perintah-Mu karena terkena bujukan Iblis.Ampunilah dosa kami karena nescaya kami akan tergolong orang-orang yang rugi bila Engkau tidak mengampuni dan mengasihi kami."

Adam dan Hawa Diturunkan Ke Bumi.

Allah telah menerima taubat Adam dan Hawa serta mengampuni perbuatan pelanggaran yang mereka telah lakukan hal mana telah melegakan dada mereka dan menghilangkan rasa sedih akibat kelalaian peringatan Tuhan tentang Iblis sehingga terjerumus menjadi mangsa bujukan dan rayuannya yang manis namun berancun itu.

Adam dan Hawa merasa tenteram kembali setelah menerima pengampunan Allah dan selanjutnya akan menjaga jangan sampai tertipu lagi oleh Iblis dan akan berusaha agar pelanggaran yang telah dilakukan dan menimbulkan murka dan teguran Tuhan itu menjadi pengajaran bagi mereka berdua untuk lebih berhati-hati menghadapi tipu daya dan bujukan Iblis yang terlaknat itu.Harapan untuk tinggal terus di syurga yang telah pudar karena perbuatan pelanggaran perintah Allah,hidup kembali dalam hati dan fikiran Adam dan Hawa yang merasa kenikmatan dan kebahagiaan hidup mereka di syurga tidak akan terganggu oleh sesuatu dan bahawa redha Allah serta rahmatnya akan tetap melimpah di atas mereka untuk selama-lamanya.Akan tetapi Allah telah menentukan dalam takdir-Nya apa yang tidak terlintas dalam hati dan tidak terfikirkan oleh mereka. Allah s.w.t.yang telah menentukan dalam takdir-nya bahawa bumi yang penuh dengan kekayaan untuk dikelolanya,akan dikuasai kepada manusia keturunan Adam memerintahkan Adam dan Hawa turun ke bumi sebagai benih pertama dari hamba-hambanya yang bernama manusia itu.Berfirmanlah Allah kepada mereka:"Turunlah kamu ke bumi sebagian daripada kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain kamu dapat tinggal tetap dan hidup disan sampai waktu yang telah ditentukan."

Turunlah Adam dan Hawa ke bumi menghadapi cara hidup baru yang jauh berlainan dengan hidup di syurga yang pernah dialami dan yang tidak akan berulang kembali.Mereka harus menempuh hidup di dunia yang fana ini dengan suka dan dukanya dan akan menurunkan umat manusia yang beraneka ragam sifat dan tabiatnya berbeda-beda warna kulit dan kecerdasan otaknya.Umat manusia yang akan berkelompok-kelompok menjadi suku-suku dan bangsa-bangsa di mana yang satu menjadi musuh yang lain saling bunuh-membunuh aniaya-menganianya dan tindas-menindas sehingga dari waktu ke waktu Allah mengutus nabi-nabi-Nya dan rasul-rasul-Nya memimpin hamba-hamba-Nya ke jalan yang lurus penuh damai kasih sayang di antara sesama manusia jalan yang menuju kepada redha-Nya dan kebahagiaan manusia di dunia dan akhirat.

Kisah Adam dalam Al-Quran.

Al_Quran menceritakan kisah Adam dalam beberapa surah di antaranya surah Al_Baqarah ayat 30 sehingga ayat 38 dan surah Al_A'raaf ayat 11 sehingga 25


Pengajaran Yang Terdapat Dari Kisah Adam.

Bahawasanya hikmah yang terkandung dalam perintah-perintah dan larangan-larangan Allah dan dalam apa yang diciptakannya kadangkala tidak atau belum dapat dicapai oelh otak manusia bahkan oleh makhluk-Nya yang terdekat sebagaimana telah dialami oleh para malaikat tatkala diberitahu bahawa Allah akan menciptakan manusia - keturunan Adam untuk menjadi khalifah-Nya di bumi sehingga mereka seakan-akan berkeberatan dan bertanya-tanya mengapa dan untuk apa Allah menciptakan jenis makhluk lain daripada mereka yang sudah patuh rajin beribadat, bertasbih, bertahmid dan mengagungkan nama-Nya.

Bahawasanya manusia walaupun ia telah dikurniakan kecergasan berfikir dan kekuatan fizikal dan mental ia tetap mempunyai beberapa kelemahan pada dirinya seperti sifat lalai, lupa dan khilaf.Hal mana telah terjadi pada diri Nabi Adam yang walaupun ia telah menjadi manusia yang sempurna dan dikurniakan kedudukan yang istimewa di syurga ia tetap tidak terhindar dari sifat-sifat manusia yang lemah itu.Ia telah lupa dan melalaikan peringatan Allah kepadanya tentang pohon terlarang dan tentang Iblis yang menjadi musuhnya dan musuh seluruh keturunannya, sehingga terperangkap ke dalam tipu daya dan terjadilah pelanggaran pertama yang dilakukan oleh manusia terhadap larangan Allah.

Bahawasanya seseorang yang telah terlanjur melakukan maksiat dan berbuat dosa tidaklah ia sepatutnya berputus asa dari rahmat dan ampunan Tuhan asalkan ia sedar akan kesalahannya dan bertaubat tidak akan melakukannya kembali.Rahmat allah dan maghfirah-Nya dpt mencakup segala dosa yang diperbuat oleh hamba-Nya kecuali syirik bagaimana pun besar dosa itu asalkan diikuti dengan kesedaran bertaubat dan pengakuan kesalahan.
Sifat sombong dan congkak selalu membawa akibat kerugian dan kebinasaan.Lihatlah Iblis yang turun dari singgahsananya dilucutkan kedudukannya sebagai seorang malaikat dan diusir oleh Allah dari syurga dengan disertai kutukan dan laknat yang akan melekat kepada dirinya hingga hari Kiamat karena kesombongannya dan kebanggaaannya dengan asal-usulnya sehingga ia menganggap dan memandang rendah kepada Nabi Adam dan menolak untuk sujud menghormatinya walaupun diperintahkan oleh Allah s.w.t.

RINTIHAN ROH

Diriwayatkan: “Jika roh telah
keluar dari tubuh manusia dan
telah lewat tiga hari, maka roh
itu berkata: “Wahai Tuhanku,
perkenankanlah aku sehingga
aku berjalan dan melihat
tubuhku yang dahulu aku berada
di dalamnya.” Maka Allah
memperkenankan kepadanya.
Lalu ia datang ke kuburnya dan
melihat kepadanya dari jauh.
Kedua lubang hidungnya dan
mulutnya mengalir darah. Maka ia
menangis dengan suatu tangisan
yang cukup lama. Lalu ia merintih,
aduuuh hai tubuhku yang miskin,
wahai kekasihku. Ingatlah akan
hari kehidupanmu. Rumah ini
adalah rumah serigala, bala
bencana, rumah yang sempit,
rumah kesusahan dan
penyesalan.
Setelah lewat lima hari roh
berkata: “Wahai Tuhanku,
perkenankanlah aku untuk
melihat tubuhku.” Maka Allah
memperkenankannya. Lalu ia
datang ke kuburnya dan melihat
dari jauh. Dan mengalirlah kedua
lubang hidung dan mulutnya
berupa air nanah.
Firman Allah SWT bermaksud:
“Mereka tidak dapat berbicara
pada hari roh (Jibril atau ruhul
qudus) dan para malaikat berdiri
dengan berbaris.”
( An-Naba’: 38)
Disebutkan dalam satu
keterangan, bahawa yang
dimaksud roh itu adalah rohnya
anak Adam (manusia), dan
keterangan yang lain
mengatakan bahawa roh itu
adalah rohnya malaikat Jibril as.
Juga ada keterangan yang
menyebutkan bahawa roh itu
adalah rohnya Nabi Muhammad
SAW yang berada di bawah
Arasy, ia minta izin dari Allah di
malam Lailatul Qadar untuk turun
memberikan salam penghormatan
kepada seluruh mukminin dan
mukminat dan roh itu berjalan
melalui mereka.
Ada pula yang menyebutkan
bahawa roh itu adalah rohnya
para kerabat yang sudah mati,
mereka berkata: “Wahai Tuhan
kami, semoga Engkau
memperkenankan kami untuk
turun ke rumah-rumah kami,
sehingga kami melihat anak-anak
kami dan ahli-ahli kami. Maka
roh-roh itu turun pada malam
Lailatul Qadar.
Sebagaimana Ibnu Abbas ra
mengatakan: “Jika datang Hari
Raya, hari Asyura’, hari Jumaat
yang pertama dari bulan Rajab,
malam Nisfu Sya’ban, Lailatul
Qadar, dan malam Jumaat, roh-
rohnya para mayat semua keluar
dari kubur mereka dan mereka
semua berdiri di pintu-pintu
rumahnya seraya berkata: “Belas
kasihanlah kamu semua kepada
kami di malam yang berkah ini
dengan sedekah satu suap,
sebab kami memberikan sedekah.
Jika kalian bakhil dengan
sedekah, dan kamu sekalian
tidak mahu memberikannya,
maka hendaklah kalian mengingat
kami dengan bacaan surah Al-
Fatihah di malam yang penuh
keberkahan ini.
Adakah seorang telah belas
kasihan kepada kami, apakah
dari salah seorang ada yang
mengenangkan ratapan kami
wahai orang yang menempati
rumah-rumah kami, wahai orang
yang menikmati wanita (isteri
kami), wahai orang yang berdiri
memperluas mahligai kami yang
sekarang kami dalam kesempitan
kubur kami, wahai orang yang
membagi harta benda kami,
wahai orang.yang menyiakan
anak yatim kami. Adakah salah
seorang dari kamu sekalian ada
yang mengenang perantauan
kami? Buku amal kami dilipat dan
kitab amal kalian dibuka. Dan
bukanlah bagi mayat yang
berada dalam liang kubur
melainkan pahalanya. Maka
janganlah kalian melupakan kami
dengan sebuku rotimu dan
doamu, sebab kami orang-orang
yang berhajat kepada kamu
sekalian, selama-lamanya.
Jika mayat memperoleh sedekah
dan doa dari mereka maka ia
kembali dengan riang gembira,
dan jika ia tidak memperoleh
maka ia pulang dengan sedih dan
duka serta terhalang, dan putus
asa dari mereka.
Telah diterangkan, bahawasanya
roh dalam perkumpulan haiwan
tidak dalam seluruh tubuh, tapi
ia dalam satu bahagian dari
beberapa baha hagian yang tidak
dapat ditentukan dengan dalil.
Bahawasanya seorang dilukai
dengan luka-luka yang banyak
maka ia tidak mati. Dan ia dilukai
dengan luka-luka satu maka ia
menjadi mati. Sebab luka itu jika
menimpa pada tempat di mana
roh bertempat di mana roh di
dalamnya, dan bahawasanya roh
bertempat pada seluruh tubuh
dan bahawasanya mati itu dalam
seluruh tubuh, maka Firman Allah
SWT menunjukkan:
Katakanlah: “la akan dihidupkan
oleh Tuhan yang menciptakannya
kali yang pertama.”
(Yaa Siin: 79)
Jika dikatakan, apakah bedanya
antara roh dengan rawan? Maka
kita katakan hahwa keduanya
adalah satu. Keduanya tidak ada
perbedaan, sebagaimana tubuh
serta tangan adalah menjadi
satu. Cuma kalau tangan dapat
bergerak kesana kemari tapi
kalau tubuh sama sekali tidak
bergerak. Demikian pula rawan
kesana kemari tapi sama sekali
tidak bergerak.
Kemudian mengenai tempatnya
roh di dalam tubuh tidak dapat
ditentukan. Adapun tempatnya
rawan di antara kedua alis. Maka
jika roh itu hilang seorang hamba
menjadi mati, dan jika rawan
hilang ia menjadi tidur.
Sebagaimana air yan g
dituangkan qas’ah dan ditaruh di
rumah ada matahari yang
sinarnya melalui lubang atap dan
qas’ah itu tidak bergerak dari
tempatnya.
Maka demikian halnya roh
bertempat di dalam tubuh dan
pusatnya berada di Arasy.
Adapun rawan melihat dikala
bermimpi dan ia berada di alam
malakut.
Adapun tempatnya roh setelah
dicabut, ada diterangkan bahawa
tempatnya disengkala yang
didalamnya terdapat lubang
sejumlah bilangan haiwan-haiwan
yang dijadikan sampai hari
kiamat. Jika ia mendapat
kenikmatan berada di situ dan
jika mendapat azab maka di situ
pula.
Ada disebutkan bahawa roh-roh
para mukminin berada dalam
telur burung yang hijau di
syurga iliyyin, adapun rohnya
orang-orang kafir berada dalam
telur burung yang hitam di
neraka. Dan ada dikatakan
bahawa rohnya para mukminin
ketika dicabut, maka para
malaikat rahmat sama
mengangkat membawa naik roh
ke langit yang tujuh dengan
memuliakan dan mengagungkan.
Kemudian dipanggil Zat pemanggil
dari sisi Allah yang Rahman:
“Hendaklah kamu semua menulis
roh itu dalam Illiyyin lalu
kembalikanlah ke bumi.”
Maka mereka mengembalikan roh
seorang mukmin ke dalam
tubuhnya dan ia dibukakan pintu
syurga, ia melihat tempatnya di
syurga sampai datangnya hari
kiamat.
Dan bahawasanya rohnya orang-
orang kafir sewaktu dicabut
maka para malaikat azab sama
membawa naik roh itu ke langit
dunia. Maka ditutuplah pintu-
pintu langit yang lain dan ia
diperintah mengembalikan ke
tempat berbaring tubuhnya,
kuburnya disempitkan dan ia
dibukakan pintu neraka. Oleh
kerananya ia melihat tempat
kediamannya kelak sampai
datangnya hari kiamat. Dalam hal
ini sebagaimana pernah
disabdakan Nabi SAW, sehingga
bahawasanya mereka mendengar
suara sandal-sandal kalian,
hanya saja mereka terhalang
dari berkata.
Sebahagian Hukama’ ditanya
tentang tempat roh-roh setelah
mati, maka ia menerangkan
sebagai berikut:
1. Bahawasanya roh-roh para
Nabi berada dalam Syurga Adn, ia
berada dalam liang yang
menyenangkan tubuhnya. Adapun
tubuh bersujud kepada
Tuhannya.
2. Roh-roh para Syuhada berada
di syurga Firdaus, pada
tengahnya syurga itu berada dalam telih burung yang hijau
yang terbang di syurga
sekehendak hatinya. Kemudian
datang keqanadil yang
digantungkan di Arasy.
3. Adapun roh-rohnya anak-anak
kecil yang Islam berada dalam
telih burung pipitnya Syurga.
4. Roh-rohnya para anak-anak
musyrik berputar-putar di
syurga dan ia tidak punya
tempat, sampai hari kiamat. Lalu
mereka melayani para mukminin.
5. Roh-rohnya orang-orang
mukmin yang mempunyai hutang
dan aniaya digantung diangkasa.
Ia tidak sampai ke syurga dan
tidak pula ke langit sampai ia
membayar hutangnya dan
penganiayaannya.
6. Roh-rohnya orang-orang Islam
yang berdosa diazab dalam
kubur beserta tubuhnya.
7. Roh-rohnya orang-orang kafir
dan munafik dalam penjara
neraka Jahannam dipintakan
diwaktu pagi dan petang.
Dan disebutkan, bahawasanya
roh adalah merupakan jisim yang
halus. Oleh kerana itu tidak
dapat dikatakan jika Allah itu
mempunyai roh. Sebab mustahil
kalau Allah mempunyai tempat
seperti jisim-jisim. Dan dikatakan
bahawa roh adalah merupakan
sifat dan dikatakan pula kalau ia
pecah jadi angin, maka kedua
per kataan ini adalah
perkataannya orang yang
mengingkari adanya seksa kubur.
Ada diceritakan, bahawasanya
seorang Yahudi datang kepada
Nabi SAW, maka mereka
bertanya kepada baginda
tentang roh dari Ashabi Raqim
dan dari Raja Dzil Qarnain.
Dengan perdebatan Yahudi itu
maka turunlah surah Al-Kahfi.
Dan diturunkan tentang haknya
roh adalah Firman Allah SWT.
“Dan mereka bertanya
kepadamu tentang roh,
katakanlah: “Roh itu termasuk
urusan Tuhanku.”
(Yaa Siin: 79)
kataan ini adalah
perkataannya orang yang
mengingkari adanya seksa kubur.
Ada diceritakan, bahawasanya
seorang Yahudi datang kepada
Nabi SAW, maka mereka
bertanya kepada baginda
tentang roh dari Ashabi Raqim
dan dari Raja Dzil Qarnain.
Dengan perdebatan Yahudi itu
maka turunlah surah Al-Kahfi.
Dan diturunkan tentang haknya
roh adalah Firman Allah SWT.
“Dan mereka bertanya
kepadamu tentang roh,
katakanlah: “Roh itu termasuk
urusan Tuhanku.”
(Yaa Siin: 79)

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More